Many people say they despise studying. But i'm an anomaly.
I love
studying. I adore my time in library, studying. I devour the time i
browse books thoroughly and taking notes. I cherish the
knowledge that I am getting through that solitary, mind-peaceful
activity. There is this privileged of being someone who is able
(not mention like) to study.
And no wonder, i have this obsession to
expand my education to whole another level: graduate school. The thing
is, my father can't afford it. And even though he can, i don't want him
to feel he has to bear the pressure and agony funding 2 of his children
tuition in united states. Yes, my brother will go to states to get his
Mechanical Engineering degree (and i'm breaming with excitement!).
So
i decided to take an international student loan with 3.5% APR. But of
course, there is a catch. I have to have a co-signer for this loan, and
the co-signer has to be a U.S citizen with a good credit. But, they
will waive that prerequisite IF i get into a prestigious school (mostly Ivy
League). And coincidentally i have always had my eyes for Stanford University. It is a
prestigious school in United States besides Harvard, Yale, MIT. And I
have a common mission and vision with them. I felt connected
instantaneously and knew that i belong there. For all my life, I have
never been rejected by any school. But this one is a quite huge deal,
and i hope i can get into it.
I am doing my internship, it is
stepping to total 70hours which means i need another 80hours to finish
it (and i will be in the next 2 weeks). And after that i decide to take
a GMAT preparation class in UMass while enriching my vocabularies by
reading New York Times, The Economist, and Smart Money.
I am
telling you, i have this adequate inability in vocabularies and
grammar. So i really have to work on it really hard. I want to take my
GMAT in September/October and i hope i can do it because the deadline
for the form is either in 7 october or 7 January. The sooner the
better, because that means sonner university application decision.
I
am doubting my ability to apply in October just because by that time
i would not have an adequate community engagement or job (please, god,
im just an international student!). so I am thinking to make some in my
last fall semester. And i hope i can do it :)
Thank god my volunteering activities help my resume this time. Oh geez...
Why Graduate school?
Well,
my original plan was to work for 1-2years and then go back to Indonesia
a.s.a.p to build my non-profit organization and executing all my ideas
that i have been putting in my scrap book. But then again, If i want to
have a stronger networking and vision, i have to have a more advanced
education in the first place which i am trying to pursue. With Stanford as my educational
background, i can acquire significant, not only networking but also
serious trust among indonesian people that i am trying to help. I seriously
want to do something for my country. And i hope stanford wants to take
part. Even though i were not get accepted, things will not change. I
still am going to save my country.
p.s: Anyway, I am going to library tomorrow. i hope everything is going well (in terms of determination). :)
(akhir akhir ini aku menulis notes menggunakan bahasa indonesia. Merasa tidak enak dengan teman-teman yang natively memakai bahasa inggris. Tapi berhubung mau mengasah kemampuan bahasa baku indonesia ku ... biarlah.. ^^)
Tadi sembari mengelus-elus gitarku,aku mendengar deruan suara motor dari jalan (apartemenku menghadap langsung ke boston common dan begitu aku bisa mendengar apa-apa yg terjadi di bawah sana ^^). Sesaat waktu itu berhenti berdetak dan aku mendapati diriku menghirup suasana ketika aku masih berlibur di cilacap, berada di alam toko kelontong milik emak-engkong ku, dan yang terdengar hanya suara motor bebek melintas atau tukang bakso mengenting mangkoknya. Perasaan itu begitu damai dan sederhana. Tidak pernah ada di pikiran model juicy couture terbaru yang diingini, harapan berlibur ke hawaii saat spring break yang tak kunjung terwujud karena tiada yg bisa menemani, dan tidak pula ada setitik niat untuk bermain game NDS terbaru. Hidupku amat tenang dan enteng, meski kadang aku mencemburui teman-temanku yang memiliki Play Station ter-gress, atau karena mereka menggunakan ala mode yang paling trendy saat itu yang tidak bisa aku beli. Dan jangankan jalan-jalan bersama teman ke Marina untuk wondow shopping ala anak SD, pergi keluar membeli chiki pun aku harus menabung (not mention ibuku tidak mengijinkanku keluar menghambur hamburkan uang yg tidak jelas-begitu katanya).
Namun sekarang aku melihat betapa beruntungnya anak-anak SD-SMP saat ini yang mendapatkan apa yang mereka mau. Jaman sekarang itu, anak kecil sudah memiliki blackberry kalau kalau dia mendapat friend request di facebook, atau simply YM-an sekedar in-touch dengan temen2 sekelasnya yang semenjak liburan tidak bersua meski rumahnya hanya beberapa blok.
Dulu, permainanku hanya gambar mini, bermain dengan ayam (ya, aku dan
adiku rajin membeli ayam), dan bermain dengan tetangga sebelah (anak
anak sopir ayahku). Hal yang cukup mewah bagi kita adalah saat kita
memasak puding murahan (untuk membeli bahannya aku mengorek orek
tabunganku) sembari menunggu dia sholat di kamarnya yang hanya berbilik
bambu dan beralaskan tanah (situasi sesungguhnya). Kadang kala di waktu
sore kita memeli tebu dan menggigiti tebunya dan menyerap habis airnya.
Kalau tetanggaku tidak di rumah, aku biasanya bermain mur dan baut di
bengkel ayahku yang kecil, atau simply dijadikan bahan ejekan
tetanggaku satunya (bagai karakter antagonis hahaha) sembari aku
bermain jangka di depan rumahku.
Untuk mode? aku menghutang Rp 100 di tetangga antagonis ku itu (ibunya
membuka salon dan menjual pelbagai macam accessories murahan dari
plastik) untuk membeli anting mainan atau sekedar kalung yang terlihat
jelas tidak ada kreasinya "babar blas", namun tetap mengiris hatiku
karena aku tau aku tidak akan bisa memilikinya.
Beruntungkah anak2 jaman sekarang dengan segala fasilitasnya? Aku menimbang nimbang kembali, beruntungkah mereka? beruntungkah aku yang sekarang?
By no means, mereka (aku-in extend) telah termanjakan oleh hal hal
sekuler yang mencengkeram kulit mereka termat kuat, dan membuat mereka
lupa apa yang TIDAK mereka miliki.
Mereka (aku) lupa mereka tidak memiliki ketidak beruntungan untuk tidak menikmati sekolah.
Mereka (aku) lupa mereka tidak memiliki nasib untuk memikirkan bagaimana mencari makanan untuk hari ini.
Mereka (aku) lupa mereka tidak memiliki jalan hidup yang keras
Mereka (aku) lupa mereka tidak memiliki ayah ibu yang tidak lengkap.
Hedonisme telah mengunyah mereka (aku) habis habis. Hedonisme membuat
mereka (aku) tetap melihat ke atas dan lupa akan yang bawah.
Dan yang paling menyedihkan, anak dibawah umur 15th telah menjadi hedonis tanpa mereka sadari.
Lalu, jika semua fasilitas itu ada dan diberikan kiepada mereka dengan mudahnya, apa yang mereka pelajari dalam hidup?
Karena aku berpikir, pengalaman-pengalaman masa kecil dan didikan orang
tua lah yang akan membentuk pribadi seseorang di masa depan.
Tidak memiliki uang untuk membeli jajanan yang aku inginkan membuatku
belajar kerendahan hati. Aku memang tidak memiliki uang untuk membeli
anakmas, tapi orangtua ku masih punya uang untuk mempertahankan dapur
kita supaya tetap mengepul.
Tidak mendapatkan apa yang aku mau membuatku belajar aku harus berusaha
keras untuk mendapatkan sesuatu. There is no such thing as a free lunch.
Tidak memakai pakaian atau mode terbaru saat itu membuatku belajar
penampilan bukan segalanya. Sangat memalukan mendapati orang orang yang
trendy dengan otak bersawang laba laba.
Tidak diijinkan untuk keluar bersama teman-temanku mengajarkanku untuk
1) lebih dekat dengan keluargaku, dan 2) kenekadan untuk mengejar
seuatu yang tidak boleh. ^^
Aku ingat dulu ibuku melarangku untuk bermain ke rumah teman pada hari
minggu. Padahal, aku selalu protes kenapa aku selalu tidak diijinkan,
mih (mamih)? aku juga anak anak yang masih ingin menikmati masa
kecilku! akhirnya aku menunggu ibuku menidur siangkan adik laki-lakiku
dan aku dengan nekad membopong sepedaku melewati pagar rumah (supaya
tidak kedengaran).
Kenangan masa kecilku yang begitu menyedihkan (ya, aku ingat-hanya beberapa saja yg menyenangkan-), dimana orang tuaku masih bertarung melawan nasib supaya kita semua bisa hidup lebih baik, membentuk kepribadian ku yang luar biasa sekarang ini (luar biasa keras dan nekadnya). dan aku mencintai kenekadanku. Aku mencintai sifatku g keras kepala, dan terutama ku mencintai sifatku yg selalu ingin belajar (meski terkadang orang tidak menyukainya). :)
Mungkin pemberian segala fasilitas itu merupakan tanda cinta. Tapi aku
pikir itu tanda cinta yg salah (ya termasuk ayahku). Dengan segala
kemudahan, si anak tidak akan belajar apapun dan terutamanya, tidak
bisa mensyukuri apapun. Dulu aku berpikir kejamnya ibuku menyuruhku
melakukan pekerjaan rumah dimana anak-anak lain sedang bersenang senang
keluar naik becak. Aku membenci pekerjaan rumah, dan aku membenci ibuku
untuk menyuruhku melakukannya. Ibu dan ayahku di mataku adalah seorang
otoriter yang memiliki kuasa penuh atasku dan memanfaatku, itu pikirku.
Tapi masih terngiang kata-katanya "suatu hari kamu akan berterima kasih
karena mami melakukan ini". And i am. Fully grateful.
Aku dulu takut akan mami-ku. Dia bagaikan sosok baladewa kejam yang
suka memberiku pekerjaan tanpa cinta. Well, keluargaku adalah tipe
keluarga layaknya keluarga indonesia: tidak bisa mengungkapkan cinta.
Memarahi tanda sayang, membentak tanda perhatian, dan mengomel tanda
peduli. Waktu masih kecil, masih belum bisalah aku menangkap esens dari
kelakuannya. Sekarang, aku telah mengerti segala omelan-omelannya dan
biasanya aku hanya membalas dengan senyuman. :)
Ayahku adalah sosok yang keras, sok demokratis (padahal termasuk
kalangan otoriter). Dan jika ibuku adalah baladewa, ayahku ibaratnya
adalah Buddha. Dia yg paling benar :) namun entah kenapa waktu kecil
ayahku lebih sayang padaku ketimbang ibuku. Ayahku membelikan apa yg
aku mau, mengijinkan apa yg tidak diijinkan ibuku, dan selalu bangga
padaku. (Aku ingat dulu aku ingin menjadi pengacara untuk melindungi
ayahku dari segala permasalahan hukum)
Terkadang aku mencemburui orang orang yang hidupnya belum diracuni oleh
sekulerisme. Apalagi setelah aku sekolah di Boston ini. Duh. Rasa
rasanya sulit menghindari hal itu. E-mail ku selalu terupdate oleh CS
dari berbagai toko langgananku karena ada sale, atau simply pegawai
Barneys meneleponku untuk memberitahu bahwa make up favoritku terupdate
season itu. Kadang aku malu dengan orang orang yang masih bergubuk ria
di bawah jembatan. Aku malu dengan pengeluaranku, dengan uang bulanan
yang diberikan kepadaku, dan segala fasilitas yang kudapatkan dengan
mudahnya: meminta papi. Sedangkan di luar sana (jangankan di luar, di
dalam keluarga besarku pun) masih ada orang orang yang sedang
kebingungan memikirkan bagaimana caranya untuk survive di hari esok.
Malu itu datang saat aku makan di restauran, malu itu datang ketika aku
memesan dessert, malu itu datang ketika aku membeli pulsa telepon, malu
itu datang ketika aku berbelanja online.
Dan Malu itu terus menghantuiku. Dan aku tahu, aku harus mulai melakukan sesuatu.
Begitu juga orang tua orang tua di luar sana.
p.s: aku belajar "EMOSI ITU TIDAK BAIK" ketika aku melempar raket badminton ke kepala fafa, adikku, di pekarangan tetanggaku yang menghasilkan kebocoran kepala (HAHAHAHAHAHA). Sejak saat itu, dia menghindari aktivitas badminton hanya berduaan.
Hari kemarin itu 4th of july. Hari kebahagiaan dan kebanggaan Amerika.
Dan meski aku benci mengatakannya, aku menikmati saat saat itu. Here's how.
Setiap tanggal 4 Juli adalah suatu adat bagi orang orang boston untuk berkumpul di sepanjang bahu Charles River, dan menikmati suasana hari itu hingga pada saatnya pukul 8 Boston POPS mulai mengiringi lautan manusia dengan instrumental dan signature songs nya. Lalu pukul 9.30 Boston akan memanjakan mata anak-anaknya dengan tebaran ledakan kembang api di angkasa yg begitu mewahnya. Tahun lalu kita mendapatkan tempat lebih baik karena seorang teman kita kebetulan tinggal di apartemen dekat charles river, sehingga kita bisa dengan nyamannya meninggu tanpa kepanasan dan kehujanan. Tapi tahun ini berbeda. Kita harus tag tempat di dekat charles river supaya kita bisa melihat kembang api itu.
Singkat cerita, malamnya semangat itu mulai terpancar setelah SEMUA orang ikut menyanyikan bersama sama
Sweet Caroline (lagu yg selalu dinyanyikan pd malam ini oleh Neil Diamond), Yankee Doodle, America The Beautiful, dan dilanjutkan dengan kembang api. Betapa mewahnya perasaan itu. Semua orang berpelukan menatap langit, bersyukur akan apa yg telah diberikan negara mereka pada mereka. Dan aku berpikir tentang Indonesia.
Kapankah Indonesia-ku akan bisa menjadi seperti ini? Mungkin yg lebih tepat, Kapankan bangsa Indonesia-ku akan bisa merasa seperti itu? Bersyukur atas apa yg telah diberikan kpd mereka.
Ya, aku tau, sedikit apa yg bisa diberikan Indonesia untuk rakyatnya. Tapi itu karena banyak lintah penghisap darah yang berada diposisi atas! Dan bangsa Indonesia tahu itu, tapi tidak melakukan suatu tindakan apapun! Mereka tahu akar kebobrokan sistem kita adalah korupsi, tapi tetap saja mereka melakukan tindak korupsi (walau sekecil kecilnya itu). Misalnya, masih saja ayahku memberikan selembar ribuan kepada penjaga tiket kereta api untuk bisa mengantarku ke dalam, instead membeli tiket masuk yang seharga tidak jauh berbeda (atau malah lebih murah).
Tindakan sekecil-kecilnya, kalau itu berarti melenceng dari peraturan, namanya tetap pelanggaran.
Aku membenci orang yang berkata peraturan ada untuk dilanggar karena pernyataan ini merefleksikan inkosistensi kepribadian orang tersebut. Ada beberapa kemungkinan kepribadian orang yang percaya akan statement absurd itu. Dia cuma manusia yang tidak berpikir panjang, dia ignorance, atau dia memang bajingan.
Orang-orang seperti itu adalah kutu masyarakat yang harusnya dienyahkan dan disiram minyak tanah sehingga tidak menghisapi darah masyarakatnya.
Yang aku sedang pikirkan sekarang itu adalah membangun kebiasaan membaca bibit generasi baru kita. Karena aku merasa, aku pun sebagai rakyat Indonesia lainnya tumbuh dan besar TIDAK dengan budaya membaca. Meskipun aku (dan akupuntahu orang orang lain juga) menulis "hobi : membaca, mendengarkan musik" pada saat aku mengisi "buku profil" teman-temanku di Sekolah Dasar. :)
Tapi itu hanya sekedar tulisan. Amat sangat jarang orang Indonesia yg senang membaca. Dan akupun termasuk salah satunya. Dahulu. Dahulu, aku sangat ecstatic masuk ke Borders hanya untuk membaca komik, buku travel, ataupun resep dessert impian. Tapi mulai setahun yang lalu, aku mulai "belajar" mencintai buku. Berawal dari buku untuk membantu dietku, merambat ke buku konsep diri, dan akhirnya filosofi, bernegara, etc. Dan aku ingin orang lain pun untuk memiliki passion dan sensasi yang sama yg aku alami satu tahun lalu.
Betapa excited nya aku setiap memasuki borders, dan berpikir kali ini buku mana yg mau aku baca. Betapa GILA dan TIDAK MASUK AKAL nya ada tempat seperti ini yang membebaskan orang membaca apapun yang menyediakan buku apapun tanpa larangan ataupun sensor. Apa yg kamu mau cari tahu, tinggal kamu pilih, dan dalam sekejap pengetahuanmu bertambah hanya karena SATU BUAH BUKU dan yang harus kamu lakukan hanyalah MEMBACA. Jika anak-anak indonesia terbiasa untuk membaca, aku yakin ini akan meng-encourage curiousity mereka. Dan hal ini baik untuk membantu mereka mencari jati diri mereka, dan membentuk konsep pola pikir yang terbuka pada segala hal. Kapankah ini?
Anyhow, mimpiku untuk indonesia bisa memiliki nasionalisme itu selalu akan di sini. Dan aku tidak akan pernah berhenti bermimpi.
Entah dari kapan aku mencintai volunteering.
Uhm, ... 2 tahun lalu kali yah bener2 aktif di bidang ini :).
Aku bahagia karena Amerika memberi kesempatan yang teramat lebar bagi
siapapun yang tertarik untuk jadi volunteer. Pengalaman pertama
volunteer ku itu ikut salah satu organisasi di sekolah yang namanya
SOULS dan kita ke gereja setempat, masak, prepared dan served food ke
homeless people. Sehubungan kita disuruh benar benar served ke table mereka,
tanya mau apa dan apa apa nya, kita dituntun untuk bisa berkomunikasi
dan beramah tamah dengan mereka juga. And i felt good at that time, walau kebanyakan orang homeless itu ruthless dan strees juga. But still, aku punya waktu kosong, dan waktu itu belum
addicted facebook lol jadi suka beraktivitas aneh aneh ke mana2 juga :)
Trus habis itu disusul dengan volunteer buat homeless, avon walk for
breast cancer, etc. Kebanyakan sih non-kontrak (one time
volunteer) dan aku memang amat simpati sama nasib homeless makanya
aku lebih ingin fokus ke situ.
Aku dulu takut volunteering yang berkomitmen karena
aku orangnya berkepribadian careless free,
spontaneous and unorganized sehingga aku rasa hal itu men-discourage aku untuk ambil kontrak. Tapi bulan April kemaren akhirnya beranilah aku mengambil suatu yang baru :) .
Ini kontrak buat
elderly selama 8-12 bulan. Pasangan suami istri ini dari belanda,
tapi aku bertugas mengurus sang istri. Dia kena parkinson, dan berbagai
macam penyakit lainnya (termasuk dementia) jadi terkadang suka ngobrol masa lalu2 (suka mencari cincin dan bajunya). Kata si suami sih karena dulu
pengalamannya menyakitkan (tidak bisa sebut nama-tertulis di kontrak-bisa
di sue :) ) dan volunteer kali ini berbeda karena kita harus di trained.
jadi tau apa2 yang harus dilakukan kalo hal2 yang tidak diinginkan
terjadi. (percayakah kalian kita enggak boleh ngebantu orang tua yg
jatuh?-dg alasan takut klo kita ngebantu malah memperparah
keadaan-takutnya ada patah tulang).
Muliakah? Tidak. volunteer itu egois. :)
Aku jadi teringat sebuah link dr temenku yg men-shared sebuah kolom bahwa membantu orang lain
itu addictive (dan juga bikin kita bahagia). Menyadari hal seperti itu, i
came to conclusion that Volunteering is an egoistic act. Apakah ada hal
yang kamu rela lakukan yang tidak bersifat egois? I don't think so. Karena semuanya
(lagi-lagi) kembali ke kita. Kita mau melakukan sesuatu yg baik krn kita mau feel
good inside juga.
Kembali ke LSM impianku, dulu aku bermimpi punya LSM yang agak
broad. Edukasi, kesehatan, sampai pelatihan ketrampilan (pendidikan
bisnis). Lalu aku mencoret bidang edukasi krn banyak organisasi yang sudah
mengcover issue itu termasuk sekolah2 gratis dari pemerintah (meskipun
jumlah sekolah dan mutu pendidikan yg diberikan tidak akan pernah
cukup). Kesehatan jelas2 aku contreng juga karena aku enggak ada background
sama sekali di bidang itu (harapan satu2nya ya si stupid fafa-tapi ga
tau lah dia tertarik atau enggak). dan akhirnya aku bertekad bulat untuk membuat LSM yang memberi pelatihan
ketrampilan, memberi modal pengetahuan mengenai praktek bisnis dan
usaha kecil/menengah diimbangi dengan asupan pengetahuan kehidupan
berbangsa dan bernegara (contoh: hal pemilu).
Mengapa hal terakhir juga dicantumkan? dan apa maksudnya?
Bukan berarti aku mau mempengaruhi orang2 untuk masuk dalam suatu
agama/organisasi/partai tertentu, melainkan pemberian informasi
pentingnya berturut serta dalam pemilu, pemberian pengetahuan kenapa
pemilu harus rahasia dan benar2 dari dasar hati (kalau bisa pemberian
informasi mengenai SEMUA parpol dan background calon presiden-ini juga
aku pikir sangat vital bukan cm untuk LSM ku tapi SEMUA RAKYAT
INDONESIA-seharusnya informasi mengenai SEMUA capres dan wakil2 DPR/MPR
lainnya harus jelas dan transparan! jadi kita bisa memilih!).
Kenapa aku tertarik di bidang bisnis ini?
1. bidangku di bisnis :)
2. aku ingin memberikan konsep dan pengetahuan bgi bangsa indonesia
(terutama rakyat yg illiterate dan miskin) akan pentingnya perputaran
uang dan bisnis DALAM NEGERI
3. modal pengetahuan ini bsa digunakan terutama di daerah2 yang kruang
berkembang dan kurang berpopulasi. aku pengen turut andil dalam
perataan transmigrasi di indonesia yang udah lama ga didengung
dengungkan dan ga kedengaran kabarnya lagi (atau aku yg simply gak
tau?-lagi2, kurangnya transparansi di indonesia). Jakarta tidak seharusnya menjadi satu2nya tempat "mencari harapan"
Memang, pemerintah sudah memiliki program yang hampir mirip seperti
ini. tapi nampaknya kurang berhasil (simply karena sistem KKn yang
benar2 kotor dan menjijikan) dan mental orang indonesia yng tidak
peduli akan program2 pemerintah lagi karena "sudah biasa" diberi
program dan "sudah biasa" tergagalkan program itu. jadi untuk mereka,
program2 "bulshit" itu akanlah sama seperti program2 lain yg "datang
dan pergi".
Aku harap lewat LSM ku nanti aku bisa mempromosikan semua visi misiku.
Aku harus mencari pendekatan, marketing dan strategy bisnis yang
berbeda (jangan salah-NGO pun harus ber prinsip dan ber strategi sama
dengan companies).
Impian yang indah kan?
Moga2 bisa jadi kenyataan yg indah jga.
Karena kadang2 aku merasa capek. Ya itu, karena tidak ada yg diajak
ngobrol soal ini. Mulai dari acuh, sampai pura pura perduli
tapi tidak mau melakukan apa2. Yang lebih menyebalkan, pura2 peduli, malah
menasihati, dan tidak mau melakukan apa2. Daripada keliatan tidak ada usaha, jadi
lebih baik ikut2an ngomong supaya "kelihatan" peduli meskipun tidak.
Tak menyalahkan juga orang2 yg tinggal di luar negeri dan tidak mau
balik indonesia. Karena memang hidup lebih enak di luar negeri, dan masa
jauh2 (dan mahal2) sekolah cuma berakhir di indonesia yang gajinya tidak seimbang dengan uang sekolah dan another expenses yang dikeluarkan semasa kuliah?
Tapi masalahnya kalo mental seperti itu terus berjalan, indonesia
tidak akan pernah maju. Someone has to do something. Dan aku ingin jadi part
dari someone itu. Aku pengen membantu someone itu mewujudkan utopia
indonesia ku. Jalannya akan sangat panjang dan melelahkan. Tapi tak
mengapalah.
Aku pun manusia. Kdang2 punya pikiran apakah aku masih diberi
kesempatan mengejar karir impianku setinggi2nya juga di bidang finance?
Apapun jalannya, aku "nututin" tuhan deh :)
Siapa yg tidak ingin punya karir yg mantap? pengen banget. apalagi aku
juga pas2an dan ingin mengambalikan semua2 yg papi-mami kasih ke aku
(uang sekolah kuuu huhuhu.... $160,000 hilang begitu saja 3th ditelan
kuliah).. aku ingin memberi kehidupan, kenikmatan dan kenyamanan yang,
paling tidak, sama seperti apa yg telah mereka provide untukku (wah
mimpiku banyak banget? ^^)
Tapi sebenernya sangat bodoh sekali (dilihat dari segi finance) bahwa
aku melempar initial investment (uang sekolah) untuk melakukan suatu
project yang cash flow nya 0 (playing zero sum game). Aku seharusnya
selesai kuliah ya bekerja dan mengejar salary setinggi2nya (ini nih
mengapa para broker dan org2 finance dibutakan oleh konsep "increasing
shareholders value").
Kalau disuruh memilih, aku memilih mana? Entah. aku pengen 22nya. tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikiranku untuk memberhentikan (atau berhenti memikirkan) future LSm ku ini. bahkan yg ada kadang2 aku berharap mami papi mengerti keinginanku untuk lebih fokus ke LSMku. aku pengin mami-papi bisa mengerti seandainya di masa depan aku enggak bisa provide mereka apa yg telah mereka provide untukku. Aku tak peduli hidupku cuma bermodal selembar baju (ga percaya deh pasti hahahaha). acuh tinggal dimana, dan hidup sesederhana apapun. Toh sebenernya dari kecil hidupku biasa2 aja. bahkan rumahku agak kumuh :) tak seperti rumah2 sinetron yg aujubile gede. Tapi yang penting itu mami-papiku. Pokoknya kehidupan mereka harus sama atau lebih enak dari kehidupanku sekarang. Makanya, tidak married kadang2 menjadi keputusan yang paling sensible :)
Ah, Tapi pikiran nggak bisa provide orang tuaku itu menyakitkan hati.
POKOKNYA aku HARUS BISA kasih kehidupan terbaik untuk orang tuaku dan
bangsaku. 22nya. 22nya.
MERDEKA!
:)
Hari ini aku membaca beberapa buku yang aku "pinjam" dari Borders.
Kelebihan dari toko buku di Amerika itu, saking mendukung budaya membaca, customers dibiarkan membawa buku ke sebuah tempat duduk/cafe yang berada di dalam toko buku tersebut dan dibiarkan membaca sepuasnya.
Salah satu buku yang aku ambil selain "building your own restaurant"
(yg ini lupa the exact title nya) dan "non-profit organization for
dummies" adalah "PERSIPOLIS". Buku ini bercerita tentang pengalaman hidup seseorang dalam menegakkan revolusi dan demokrasi di Persia. Ada sepucuk bahasan komunisme (pandangan utama si penulis dan keluarganya) karena pada saat itu komunis adalah pilihan yang lebih baik daripada otoriterisme klan SHAH.
Buku ini menarik sekali (mungkin salah satu faktornya adalah karena yang ini versi komik? ^^), dan dengan mendiskripsikannya sebagai menarik janganlah aku langsung dituduh sebagai manusia berpolitik sayap kiri. Bagi aku, tidak ada yang namanya sayap sayap an. Aku meludahi abolutisme dan fanatisme (dan segala isme-isme lainnya). :)
Ada beberapa orang yg takut membaca buku "seperti itu" karena takut
dipengaruhi oleh isi dari wacana itu. Mereka memilih jalan aman (menghindarinya) daripada
menyaring apa-apa yang ada di dalam itu, dan seharusnya bisa dijadikan tambahan informasi untuk otak
dan cara pandang kita (dan hal terakhir itulah yang saya telah lakukan1.5 tahun ini-entah kenapa bacaanku menjadi begitu serius ).
Aku setuju dengan konsep komunis dimana semua orang seharusnya sama secara sosial (ketiadaan level secara sosial). Pembantu seharusnya diperlakukan sama dengan majikan (not literally). Tapi aku tidak setuju bahwa pikiran itu juga mengharuskan orang-orang pekerja keras "dihukum" untuk menjadi setara secara ekonomi pula.
Memang, aku tahu mereka lebih menekankan pada orang orang yg bekerja
keras tapi tetap tidak menghasilkan hasil yang setara dengan usaha mereka (e.q: petani), jadi munculah dasar pikiran bahwa lebih
baik kita semua sama (lagi, secara ekonomi).
Tapi menurutku biarlah keberuntungan dan nasib mengatur hidup manusia. Memang,
tidaklah adil bahwasanya ada orang2 bekerja keras yang masih saja bermain di permainan zero sum game. Tapi life has been unfair and people have to accept
it. Because it's something that they can't change. hidup.
Tapi social status? itu basically formed by society. Jadi itu yang
seharusnya ditiadakan. Tapi tentu di benchmark oleh norm, culture dan
ethics, orang juga harus berlaku semestinya. Bukan berarti mereka bisa
berlaku seenaknya.
Aku melihat juga Peripolis ini mengandung banyak ide-ide yang aku rasa agak
"menuduh" amerika. Bukan berarti aku membela Amerika si kapitalis juga, tapi seharusnya kita tidak boleh cuma melihat salah satu sisi dari sisi mata uang juga kan? Seperti kata penulis
Indonesia, Dewi lestari, jangan cuma percaya dari apa kata orang aja.
Itu masalah bangsa indonensia yg sekarang juga. Cuma beli "mungkin"
jualan "katanya" (berarti: menangkap informasi yang pakai kata
"mungkin" dan menyebarkannya kembali dengan tambahan "katanya") yg mana
sangat fatal karena akhirnya informasi ini akan menjadi memanjang ke
orng2 dan di salah satu titik terima-dengar akan menjadi kenyataan.
Fatal. Terutama untuk masalah yg sensitif seperti SARA. (contohnya:
Ambon).
Sebagai generasi Y (millenial generation) yang baru (kelahiran th
'80-'90) kita harusnya lebih nalar dan lebih kritis dalam menanggapi
semua informasi yang beredar dan yang ada. Karena generasi kita itu
lebih diverse dan lebih "melting pot".
BUkan berarti aku menganjurkan kalian untuk menjadi liberal di
duniapolitik (ah dunia politik itu kotor dan kejam), tapi aku
menganjurkan untuk lebih aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
(i know, i knoowww kayanya kaya pelajaran PPKN ajaaa ^^) tapi beneran
loh. Indonesia butuh kalian. Dan jangan pernah menyerah untuk berharap
dan berjuang untuk Indonesia yg lebih baik.
Kapan yah generasi kita akan benar2 perduli sama hal2 seperti ini? :)
p.s: mencari buku nya Samuel Tumanggor "Demi Allah dan Demi Indonesia", kalau ada yang punya. :)
Hoaaahhh gila gila gilaaaa udah lama engga nge bloggg!!
Yang biasanya nge blog di friendster pun jadi enggak dilakukan karena aktif fesbuk an dan account friendster.
,....
SOmehow ter-procastinated ke youtube. eniwei, mau bikin proyek baru ngerjain video untuk indonesia. this time, aiming nya ke anak2 muda yg masih ignorance. Betapa sedihnya re-evaluate video2 gempa bantul, tsunami, dan masalah kemiskinan yang enggak habis habisnya di indonesia.
Kenapa manusia harus ignorance dan menutup mata akan hal2 seperti ini?
Banyak orang yang bilang kalo aku terlalu idealis soal hal ini. Apakah salah aku bermimpi untuk membuat kehidupan rakyatku untuk lebih baik? Ada yg bilang juga, cinta ku ke indonesia itu cinta bertepuk sebelah tangan. Karena sebagai masyarakat ber ras minoritas dan bergama minoritas, apapun usahaku aku tidak akan "dicintai" balik. Tapi aku enggak peduli. I'm doing this not for fame, ataupun kehormatan. Im doing this for my idealisme dan mmemuaskan dahaga humanitarian ku.
Ada yang bilang, aku terlalu banyak bermimpi. Enggak, mimpiku ketinggian. I don't call it a dream, i call it a standard. Dan mereka belum apa apa sudah berani beraninya berkata menyerah dihadapanku. Padahal enggak sedikitpun mereka melakukan sesuatu (yang sampah masyarakat itu bukan pengemis pengemis itu melainkan KAMU yg berkata AKU MENYERAH). Tidak ada yang namanya kata berhenti, maupun menyerah. Manusia itu bisa melakukan apa saja. Bangsa indonesia bisa saja maju, tapi mereka salah jalan. Mereka memilih memuaskan rasa hedonisme mereka dan tanpa memperdulikan resiko mendahulukan naluri greed mereka. Dan yang bangsa indonesia lakukan sekarang ini adalah menutup mata. Semuanya menutup mata. Sampai sampai mereka tidak melihat orang orang yang berada di bawah jembatan sana dan mengais sampah demi secuil nasi. Enggak, aku enggak pernah mengalami. Look who's talking, eh? I'm just a spoiled little brat that was sent to united states to study. Tinggal di apartemen mewah, dan hidup berkecukupan. Who am i to say? Am i doing something? No. Not because i don't want to just because i can't. I'm studying here to gain more advance knowledge so i can really do something for my country.
Kadang kadang seidh juga enggak ada temen-temen yang bisa satu jalan, satu visi, misi, dan satu penanggungan. Semuanya berpikir "me, me, me, me". Dunia revolve around themselves. Kalau udah diajakin ngobrol soal indonesia, enggak ada yang denger, not mention peduli.
Ada yang bilang, aku sok pinter. Apakah salah mempunyai curiousity? Hanya karena kalian enggak mau baca, enggak mau tau, dan terutama enggak mau CARI tau, lalu kalian men-denial kemalasan dan ignorance kalian dan ditimpakan kepadaku? Hanya karena kalian lebih tertarik ngomongin movies hollywood terbaru daripada gimana caranya terjun dalam LSM, lalu ditimpakan kepadaku? AKU yang sok pinter. AKU yang sok patriotik. bukan kamu yg ignorance. bukan.
Entah gimana sampe sekarang aku belum bisa nemuin gimana caranya menumbuhkan kesadaran bagi anak2 generasi sekarang untuk at lest CARE saa issues2 yg ada di indonesi enggak harus politik, at least mulai dr lingkugn mereka dulu.
Terus terang, famine and poverty are issues that i hate the most in indonesia. I am trying, and I will be after i go back
(another 1-2 years!) so, indonesia, wait for me.
emang ga jauh2 lah aku yg namane dua kata ini.. seumur hidup bisa2 diet, aku.. hahaha.. eniwei, atkins itu ga bertahan lana.. cm 2 minggu tpi lumayan cukup ngebentuk aku jadi doyan (ehem, MANIAK!!) sayurrrr.. gilaaa. yg namane sayur itu aku sekarang jd ketagihan.. jd klo seharian ga makan sayur tenggorokan ini berasa gatalll. dan sayure ga mau yg namane di goreng di cah cah apa lah.. kudu seger ato di rebus, khusus brokoli hehe ^^...
eniwei, yg tadine tgl 24 agustus berangkat jdne tanggal 18 agustus.. soale belum kebagian dorm.. masih di waiting list.. tpi aku bakal menunggu.. dan percaya.. klo aku dpt dorm.. hahahaha
truussss lg sibuk packing2 nih.. kan mo pindah tuh tgl 2 agustus.. krn jimmy tgl 9 sibuk, dan mg depannya kan aku jg mo ke korea.. so... yea..~~ anyway.. aku lagi hepi krn kelasku lg oke2 nih... A for FIN, A for ISOM.. so.. yeaaaa.. hehe...
there're so many things i wanna do in korea.. terutama explore, photography dan.. BELANJAAAAAAA!!!!!! ga jauh jauhhh!! hahahaha.. trus besok rencanane mo apply visa jpang gitu.. jdi bisa sekalian mampir.. soale kebetulan ad along weekend tgl 13-15sept.. dan yeaaa i know i'll be alone anyway in my birthday.. so i decided to go to tokyo at my birthday...
life's full of surprise.. i've never imagined having this kind of opportunity.. habis cornel modal nekat e juga gede sih hehe...
i know, im lucky.. im so lucky... i think i'm the luckiest person in the world.. i might not have pretty face (in fact, im fat. geezz), i might not someone who can be adore by guys or anyone, but i love myself because im working hard to get things i have rite now.. im lucky coz i can be schooled in states, have great siblings and liberal parents that allow me to do ANYTHING!! and i mean ANYTHING!!! i had someone special called mul2 in my heart (thx 4 giving ur so little time in my life). ortu masih utuh.... so.. what in the earth i could have ask more for?
im happy. im so happy. i always happy.
i have great friends, great parents, great education. in some point of time, im agreeing with myself, it is okay for not having anyone~ever... coz i have tons of plans.. i want to make my parents happy.. but them house and things... i wanna help jo go to university, and i still can adopt... i always want to adopt!!!
I LOVE MY LIFE!!! thanks, god, for giving me such a wonderful life!
makan itu enak loh. hehehe..
i've been always saying that food is the best thing that ever happened in your life.. hhahahahaha.. tekstur, rasa, keunikan, spices dari tiap makanan dari sushi, chajangmyon, baguette, dim sum, etc....
sialnya nih, di boston ini banyak banget makanan enak2 dari berbagai macem rasa dan negara, lagi. hahahaha
but i'm lucku aku lebih bisa diet di sini daripada di indo, sih ^^... perjuangan turun 10 kg ku penuh keringet.. kakakak.. iya laaahhh. dan sekarang aku mau nyoba lagi supaya turun another 10 kilo dulu deh.. baru ntar ngomong mo turun lagi.. hehehe.. susah soaleeee.. tiap minggu aku bisa turun 2 kg, tapi by the end of the week, pas ketemu temen, ancur deh yg namane diet itu.. hahahaha....
the only thing that i can do, adalah men-trained pikiranku sendiri bahwa makanan itu ngga enak. it's not even worth it. klo emang aku mau berubah dan mau jadi seperti apa yg aku pengenin, emang butuh oengorbanan. dan aku harus broke up sm yg namane kecintaanku sm makanan. nggak usah berlebih lah, yg penting udah ngerti gmn rasane. that's enough. toh, klo makan satu macem dlm porsi yg banyak ga akan berubah lebih enak rasane.. so, yeaaa.. BERJUANG CORNELLIA!!!... INGETT!! 24 AGUSTUS KE KOREA!!! INGET!!! WAAAA!!! [stressed out]
oh, ya, sedikit tips nih.. hahaha.. lately i've been talked to these girls tentang cowo... kesimpulan kita tu mungkin cewe sekarang harus berani ber-inisiatif dulu kali yeeee?? hehehe ^^ klo engga, emang cewe2 yg lebih agresip lainnya bakal dapetin.. pdhl klo soal feeling kan ga bisa dipaksain.. jadi, mau nggak mau kita brelomba siapa yg dapetin dia duluan deh ^^.. tp it won't work for me.. tetep ga bisa deh aku ini.. pride ku terlalu tinggi kayanya.. hahaha ^^ klo aku sih lebih positif aja lah.. klo emang cinta itu nggak kebales lebih baik meng cut-off segala srouces yg berhubungan dg dia deh.. contohnya nih yeeee cowo-yg-sll-ada-dlm-pikiranku, aku cut off dg nggak ngeliatin FB terus.. soalnya tiap kali buka facebook bawaannya dia tu selalu update shoutout, jd selalu ada di list paling atas tuh.. males banget kan jadi keinget?? untung aja udah nggak ketemu summer class ini.. klo ketemu bisa tambah malesin banget... bikin sakit ati!! ^^...
eniwei, lanjut ke diet ku... gileee makin prssure aja nih pas summer.. soale cewe2 cantik pada 'berterbangan' pake baju 2 ukuran lebih kecil... wohowwww.. kudu semangat kyeh.. tiap hari dah turbo jam.. kdang2 aku tambahni nge gym 12km pula... makan juga porsi biasa tuh... kayane emang pikiran ini kudu di trained nih.. ARGGGHH!! CORNELLIA!!!! FIGHTING!!!! BERJUANGG!!!
asem, diet susah banget sih?!
oke,
sehubungan dg blog di friendster ku udah pada sesek dan agak boring gitu, jadi aku ganti ke new room: di vox. selain templates nya menarik, kayanya lebih 'imut' aja gitu.. hehe.. ngebayangin gak sih aku punya berapa blog? buanyak! dari friendster itu, facebook, live journal, blogger, wooahhh pokoke banyak!!
eniwei,
tadi pagi itu aku mulai mendisiplinkan diriku lagi untuk bangun pagi.. krn waktu itu udah disiplin sering bangun pagi (jam 7-8 pagi) tapi gara2 'meleng' sekali (tidur jam 2 pagi bangun jam 1 siang) jadi keterusan akhir2 ini...
so akhirnya, tadi pagi aku berdiskusi dan berdebat dengan diriku sendiri.. diskusine udah kaya panel 'bagaimana memberantas hama tamanan yang baik pd waktu musim hujan' di desa kalibabat RT.6 lah!
tiba2 aja muncul 2 malaikat di atas bahuku, yg satu berbaju putih yang stau berbaju item pake tanduk bawa laptop (tusukan dah ga jaman kaleeee).. trus akhire dengan BERAT HATI aku pergi nge gym (yehaaaa!! gym booo hahahahaha) dah mau diet dan disiplin lagi, rencanaku. tapi ke-nge-gym-an ini ga mau aku akhiri kaya 'jogging ala orang indo' alias berangkat subuh2 tapi berakhir beli bubur ayam di monas... bukan malah turun ukuran baju, bisa2 bak mandiku dah ga muat lagi nampung aku... trus aku mandi pake apa? pelampung??!
trussss nge gym 2 jam (6 miles!!-8km!!) dan aku ke sekolah...
hari ini sempet mikirin mo bikin tattoo nih.. tp belum tau mau tattoo apa ^^ krn pkepercayaan orang asia kan, pake tattoo itu haram, cewe nakal, de el el... entah apa kata papiku klo tau aku ada tattoo (papiku ber tattoo di tangan tuh-gambar macan.. kali dia pikir tattoo gambar macan bisa bikin ngemplang orang tambah manteb kali yah? hehe ^^)
eniwei, aku juga seneng banget krn bisa in touch (in one room) sama my long-time-best friend: priscilla ^^ hohoho... banyak yg berubah.. well, dia masih suka nulis kaya dulu, tp berubah lebih krn faktor usia dan udah lama gak ketemu kali yah??
oyah, mulai hari ini nbanyak yg syuting di deket apartemen nih.. dari surrogate production.. aku pikir filem indie or sumthing.. ternyata anak perusahaane WB (Warner Bross)!!! edannn.. ribete orang2 yg lagi syuting itu... ahh jadi pengen beneran bikin film... T_____T
sekian dulu ah hari ini--mo kelas..
p.s: june 6 COME OUT MOVIES:: kungfu panda, mongol, dont mess with zohan, and when did you last see your father? i'm gonna d**n watch it!!!
oke,
sehubungan dg blog di friendster ku udah pada sesek dan agak boring gitu, jadi aku ganti ke new room: di vox. selain templates nya menarik, kayanya lebih 'imut' aja gitu.. hehe.. ngebayangin gak sih aku punya berapa blog? buanyak! dari friendster itu, facebook, live journal, blogger, wooahhh pokoke banyak!!
eniwei,
tadi pagi itu aku mulai mendisiplinkan diriku lagi untuk bangun pagi.. krn waktu itu udah disiplin sering bangun pagi (jam 7-8 pagi) tapi gara2 'meleng' sekali (tidur jam 2 pagi bangun jam 1 siang) jadi keterusan akhir2 ini...
so akhirnya, tadi pagi aku berdiskusi dan berdebat dengan diriku sendiri.. diskusine udah kaya panel 'bagaimana memberantas hama tamanan yang baik pd waktu musim hujan' di desa kalibabat RT.6 lah!
tiba2 aja muncul 2 malaikat di atas bahuku, yg satu berbaju putih yang stau berbaju item pake tanduk bawa laptop (tusukan dah ga jaman kaleeee).. trus akhire dengan BERAT HATI aku pergi nge gym (yehaaaa!! gym booo hahahahaha) dah mau diet dan disiplin lagi, rencanaku. tapi ke-nge-gym-an ini ga mau aku akhiri kaya 'jogging ala orang indo' alias berangkat subuh2 tapi berakhir beli bubur ayam di monas... bukan malah turun ukuran baju, bisa2 bak mandiku dah ga muat lagi nampung aku... trus aku mandi pake apa? pelampung??!
trussss nge gym 2 jam (6 miles!!-8km!!) dan aku ke sekolah...
hari ini sempet mikirin mo bikin tattoo nih.. tp belum tau mau tattoo apa ^^ krn pkepercayaan orang asia kan, pake tattoo itu haram, cewe nakal, de el el... entah apa kata papiku klo tau aku ada tattoo (papiku ber tattoo di tangan tuh-gambar macan.. kali dia pikir tattoo gambar macan bisa bikin ngemplang orang tambah manteb kali yah? hehe ^^)
eniwei, aku juga seneng banget krn bisa in touch (in one room) sama my long-time-best friend: priscilla ^^ hohoho... banyak yg berubah.. well, dia masih suka nulis kaya dulu, tp berubah lebih krn faktor usia dan udah lama gak ketemu kali yah??
oyah, mulai hari ini nbanyak yg syuting di deket apartemen nih.. dari surrogate production.. aku pikir filem indie or sumthing.. ternyata anak perusahaane WB (Warner Bross)!!! edannn.. ribete orang2 yg lagi syuting itu... ahh jadi pengen beneran bikin film... T_____T
sekian dulu ah hari ini--mo kelas..
p.s: june 6 COME OUT MOVIES:: kungfu panda, mongol, dont mess with zohan, and when did you last see your father? i'm gonna d**n watch it!!!
on Kepulan Masa Lalu