My curiousity, My Curse
Hoaaahhh gila gila gilaaaa udah lama engga nge bloggg!!
Yang biasanya nge blog di friendster pun jadi enggak dilakukan karena aktif fesbuk an dan account friendster.
,....
SOmehow ter-procastinated ke youtube. eniwei, mau bikin proyek baru ngerjain video untuk indonesia. this time, aiming nya ke anak2 muda yg masih ignorance. Betapa sedihnya re-evaluate video2 gempa bantul, tsunami, dan masalah kemiskinan yang enggak habis habisnya di indonesia.
Kenapa manusia harus ignorance dan menutup mata akan hal2 seperti ini?
Banyak orang yang bilang kalo aku terlalu idealis soal hal ini. Apakah salah aku bermimpi untuk membuat kehidupan rakyatku untuk lebih baik? Ada yg bilang juga, cinta ku ke indonesia itu cinta bertepuk sebelah tangan. Karena sebagai masyarakat ber ras minoritas dan bergama minoritas, apapun usahaku aku tidak akan "dicintai" balik. Tapi aku enggak peduli. I'm doing this not for fame, ataupun kehormatan. Im doing this for my idealisme dan mmemuaskan dahaga humanitarian ku.
Ada yang bilang, aku terlalu banyak bermimpi. Enggak, mimpiku ketinggian. I don't call it a dream, i call it a standard. Dan mereka belum apa apa sudah berani beraninya berkata menyerah dihadapanku. Padahal enggak sedikitpun mereka melakukan sesuatu (yang sampah masyarakat itu bukan pengemis pengemis itu melainkan KAMU yg berkata AKU MENYERAH). Tidak ada yang namanya kata berhenti, maupun menyerah. Manusia itu bisa melakukan apa saja. Bangsa indonesia bisa saja maju, tapi mereka salah jalan. Mereka memilih memuaskan rasa hedonisme mereka dan tanpa memperdulikan resiko mendahulukan naluri greed mereka. Dan yang bangsa indonesia lakukan sekarang ini adalah menutup mata. Semuanya menutup mata. Sampai sampai mereka tidak melihat orang orang yang berada di bawah jembatan sana dan mengais sampah demi secuil nasi. Enggak, aku enggak pernah mengalami. Look who's talking, eh? I'm just a spoiled little brat that was sent to united states to study. Tinggal di apartemen mewah, dan hidup berkecukupan. Who am i to say? Am i doing something? No. Not because i don't want to just because i can't. I'm studying here to gain more advance knowledge so i can really do something for my country.
Kadang kadang seidh juga enggak ada temen-temen yang bisa satu jalan, satu visi, misi, dan satu penanggungan. Semuanya berpikir "me, me, me, me". Dunia revolve around themselves. Kalau udah diajakin ngobrol soal indonesia, enggak ada yang denger, not mention peduli.
Ada yang bilang, aku sok pinter. Apakah salah mempunyai curiousity? Hanya karena kalian enggak mau baca, enggak mau tau, dan terutama enggak mau CARI tau, lalu kalian men-denial kemalasan dan ignorance kalian dan ditimpakan kepadaku? Hanya karena kalian lebih tertarik ngomongin movies hollywood terbaru daripada gimana caranya terjun dalam LSM, lalu ditimpakan kepadaku? AKU yang sok pinter. AKU yang sok patriotik. bukan kamu yg ignorance. bukan.
Entah gimana sampe sekarang aku belum bisa nemuin gimana caranya menumbuhkan kesadaran bagi anak2 generasi sekarang untuk at lest CARE saa issues2 yg ada di indonesi enggak harus politik, at least mulai dr lingkugn mereka dulu.
Terus terang, famine and poverty are issues that i hate the most in indonesia. I am trying, and I will be after i go back
(another 1-2 years!) so, indonesia, wait for me.